Bangunkan Sahur dengan Tabuh Barang Bekas
BANGUN SAHUR: Warga Kemayoran Muara Enim siap membangunkan warga untuk saur di wilayahnya Foto : Sigit/enimeks--
MUARAENIM, ENIMEKSPRES.CO - Berbagai cara dilakukan masyarakat untuk meramaikan Ramadhan di Muara Enim Sumatera Selatan. Tradisi yang dilakukan pun beragam saat membangunkan warga sahur yang biasa dijumpai di dusun, maupun perkampungan di kota. Warga melakukan itu dikemas menjadi aksi yang lebih kreatif dan atraktif.
Seperti yang dilakukan warga Kemayoran Kota Muara Enim Sumatera Selatan. Warga setempat yang merupakan remaja masjid Agung Muara Enim melakukan tradisi membangunkan warga sahur menggunakan konsep sederhana, menabuh barang-barang bekas, seperti botol beling, ember bekas cat, botol plastik dan lainnya dengan cara berkeliling kampung.
Kegiatan itu terlihat sejak hari pertama puasa, Selasa 12 Maret 2024, dimulai pada pukul 02.00 WIB. Warga yang kebanyakan remaja itu berkumpul di halaman masjid Agung Muara Enim sebelum berbaris membangunkan warga untuk saur.
Mereka datang dengan pakaian biasa, berbalut kain sarung, dan peci di kepala lalu berbaris rapi. Aksi tersebut dikomandoi oleh Fredy Boyas atau dikenal dengan sapaan Mang Boy, dia Humas Masjid Agung Muara Enim. Setelah sang komando memberikan arahan, aksi pun dimulai. Mereka menyusuri sepinya jalan kampung, dan lorong-lorong yang setiap siangnya biasanya ramai aktivitas warga.
Suara dari benda-benda yang ditabuh oleh warga itu mampu memecah kesunyian. Aksi mereka membuat warga keluar rumah untuk sekadar menyaksikan pertunjukan yang dilakukan sekelompok pemuda masjid itu.
BACA JUGA:PPNI Miliki Gedung Sendiri, Minta Perawat Tingkatkan Pelayanan
BACA JUGA:Ganjar Singgung Hak Angket
Kordinator aksi, Fredy Boyas menjelaskan, aksi ini dilakukan untuk membangunkan warga untuk menyiapkan diri melakukan makan sahur.
"Tujuannya untuk membangunkan warga untuk makan sahur, khsusunya kepada ibu-ibu yang akan menyiapkan makan sahur agar tidak tergesa-gesa," terang Fredy.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan sebuah tradisi yang sampai saat ini masih terus dilakukan oleh warga Kampung Kemayoran Bewarne, yaitu 'Betinteng Keliling Kampung'. Dimana tujuannya guna membangunkan warga yang hendak sahur pada Bulan Suci Ramadhan.
"Moment ini di tentunya di tunggu-tunggu dan di nanti oleh para warga, terutama para anak-anak, pemuda maupun orang dewasa," imbuhnya.
Lanjutnya, tradisi membangunkan sahur berkonsep sederhana ini juga untuk menghibur masyarakat, seperti halnya anak-anak. Sehingga mereka bisa bangun tidur kemudian bersiap melakukan sahur.
"Tidak ada persiapan khusus sebelumnya, para personel membawa sendiri alat-alat tabuh dari rumah. Dan semuanya barang-barang bekas," urainya.
Kemudian usai membangunkan warga untuk sahur, para personel kemudian makan sahur bersama. dan dilanjutkan dengan sholat subuh berjamaah di masjid.