Idul Fitri: Euforia, Makna Sejati, dan Realita yang Tak Selalu Manis

Senin 31 Mar 2025 - 05:09 WIB
Reporter : Al Azhar
Editor : Al Azhar

Kemenangan sejati hanya bagi mereka yang benar-benar berusaha mengendalikan hawa nafsu.  

Silaturahmi: Tulus atau Formalitas?  

BACA JUGA:Sunnah Idul Fitri: Biar Nggak Cuma Pakaian yang Baru, Amalan Ini Bikin Lebaran Makin Berkah!

Lebaran identik dengan maaf-maafan, tetapi apakah permintaan maaf itu benar-benar tulus atau hanya sekadar formalitas? Banyak orang bersalaman sambil tetap menyimpan dendam. Rasulullah SAW bersabda:  

"Apabila berbicara ia berdusta, apabila berjanji ia mengingkari, dan apabila diberi amanah ia berkhianat."_ (HR. Bukhari & Muslim).  

Silaturahmi sejati adalah yang benar-benar membersihkan hati dari prasangka buruk.  

Kesucian Hanya dari Pakaian, Bukan Hati  

Lebaran sering diidentikkan dengan baju baru dan makanan melimpah. Namun, apakah hati kita juga "baru"? Allah SWT mengingatkan:  

BACA JUGA:Lebaran nggak lengkap tanpa ucapan! Dari yang serius sampai kocak, ini inspirasi ucapan Idul Fitri

"Pakaian takwa itulah yang paling baik."_ (QS. Al-A'raf: 26).  

Baju mahal tak akan ada artinya jika hati masih penuh iri, sombong, dan dengki.  

Menjadi Pemenang Sejati di Hari Kemenangan 

Lantas, bagaimana cara meraih hakikat Idul Fitri yang sebenarnya?  

Aspek Spiritual: Jadikan Idul Fitri sebagai awal peningkatan ibadah.  

Aspek Emosional: Latih kesabaran, kendalikan emosi, dan jauhi iri dengki.  

BACA JUGA:Sidang Isbat Kemenag: Hilal di Bawah Ufuk, Idul Fitri 1446 H Berpotensi Jatuh pada 31 Maret 2025

Kategori :