• Lakukan kontak mata, senyum, dan ulangi kata sederhana saat pijatan berlangsung.
• Gunakan permainan meniup gelembung sabun atau sedotan untuk melatih otot bibir.
Lakukan 2 kali sehari selama 5–10 menit, konsisten setiap hari.
BACA JUGA:Bupati Edison Tekankan Pentingnya Peningkatan Pelayanan Publik
Tips Pendukung dari Terapis Wicara
• Bicara perlahan, jelas, dan sering pada anak.
• Gunakan ekspresi wajah, nyanyian, dan buku bergambar.
• Batasi penggunaan gadget pasif (televisi, HP).
• Puji setiap usaha anak untuk berbicara.
• Bila dalam 3 bulan tidak ada kemajuan, segera konsultasikan ke dokter atau terapis wicara profesional.
BACA JUGA:Korban Kebakaran Dapat Bantuan dari Bupati
Pesan Penting untuk Orang Tua
“Jangan tunggu anak bisa bicara sendiri. Semakin cepat dikenali dan distimulasi, semakin besar kemungkinan anak berbicara norma
???? Daftar Pustaka
1. American Speech-Language-Hearing Association (ASHA). Speech and Language Developmental Milestones, 2022.
2. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Speech Delay: Kapan Harus Waspada, 2023.
3. American Academy of Family Physicians (AAFP). Speech and Language Delay in Children, 2022.