Raksasa Listrik Baru di Suralaya Resmi Menyala, Siap Terangi Jawa–Bali dengan Teknologi Hijau
PLTU Jawa 9&10 Suralaya resmi beroperasi, pasok listrik besar dan teknologi ramah lingkungan.--
KORANENIMEKSPRES.COM,---PT Hutama Karya (Persero) resmi menuntaskan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 9&10 di Suralaya, Cilegon, Banten. Proyek berkapasitas 2×1.000 MW ini dikerjakan bersama Doosan Heavy Industry dari Korea dan kini sudah beroperasi penuh untuk memperkuat pasokan listrik di Pulau Jawa dan Bali.
Adjib Al Hakim, Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, menjelaskan bahwa selain berkapasitas besar, pembangkit baru ini hadir dengan teknologi mutakhir yang lebih efisien dan lebih ramah lingkungan dibandingkan PLTU konvensional.
“Dengan total kapasitas 2.000 MW, sistem ini mampu memenuhi kebutuhan listrik sekitar 14–15 juta rumah di Indonesia, khususnya di Jawa dan Bali,” ujarnya.
Keluaran listrik per harinya bahkan setara dengan total konsumsi Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang jika digabungkan.
BACA JUGA:Trafik Jalan Tol Hutama Karya Tembus 250 Ribu Kendaraan per Hari, Naik 7,6% Semester I 2025
Unit pertama mulai memasok listrik sejak 4 Maret 2025, disusul unit kedua pada 1 Mei 2025. Keduanya kini telah tersambung ke jaringan nasional sehingga mendukung kestabilan pasokan dan mengurangi risiko pemadaman.
Teknologi Ultra Super Critical, Lebih Efisien dan Bersih
Keunggulan PLTU ini terletak pada penggunaan teknologi Ultra Super Critical (USC), sistem pembakaran yang bekerja pada tekanan dan temperatur tinggi sehingga konsumsi batubara lebih hemat sementara emisi tetap rendah.
Pembangkit ini juga dibekali perangkat pengendali polusi tingkat lanjut, seperti filter debu raksasa dengan efisiensi 99%, sistem “scrubber” untuk menurunkan gas berbahaya, serta alat pengendali emisi lainnya.
Polusi yang dilepaskan ke udara jauh di bawah batas pemerintah, dan fasilitas telah disiapkan untuk mengadopsi bahan bakar yang lebih ramah lingkungan di masa mendatang.
BACA JUGA:Lanjutan Pembangunan Tol Prabumulih-Muara Enim, Tergantung Kemampuan Keuangan PT Hutama Karya
Dampak Ekonomi dan Sosial bagi Masyarakat
Dengan bertambahnya pasokan listrik nasional sebesar 6,4%, masyarakat akan merasakan keandalan listrik yang lebih baik. Aktivitas belajar, bekerja, hingga kebutuhan rumah tangga menjadi lebih aman dari risiko padam mendadak.
Dari sisi ekonomi, pembangunan proyek ini menyerap lebih dari 10.000 tenaga kerja, dengan sekitar 30% berasal dari wilayah sekitar Suralaya.
Setelah beroperasi, pembangkit juga membuka kesempatan kerja baru serta memicu pertumbuhan usaha kecil seperti warung, toko kelontong, hingga layanan transportasi di area Cilegon.
Kualitas Infrastruktur dan Kepedulian Lingkungan
BACA JUGA:Dapat PMN Rp1 Triliun, Hutama Karya Alokasi untuk Pembangunan Jalan Tol Palembang-Betung