Baca Koran Enim Ekspres Online

Sungai Birek Meluap, Akses Jalan Desa Gumawang Terendam

Sungai Birek Meluap, Akses Jalan Desa Gumawang Terendam--

MUARA ENIM, koranenimekspres.com - Tingginya curah hujan dengan intensitas yang mengguyur wilayah Kabupaten Muara Enim,  menyebabkan Sungai Birek meluap dan menggenangi jembatan Sungai Birek yang berada di Desa Gumawang, Kecamatan Rambang Niru, Jumat 9 Januari 2026.

Akibatnya, akses jalan alternatif yang biasa digunakan masyarakat menuju Kota Muara Enim, sementara tidak dapat dilalui kendaraan. Ketinggian air mencapai 30 cm.

Kapolsek Rambang Dangku  Iptu Edward Habibi ST MM, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, dirinya bersama personel Polsek Rambang Dangku langsung ke lokasi kejadian.

BACA JUGA:Dari Sungai ke Selat Malaka: Pelabuhan Rp2 Triliun di Sumsel Ini Gerbang Hijau Perdagangan Global

"Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, luapan air Sungai Birek menggenangi jembatan setinggi kurang lebih 30 sentimeter atau setinggi betis orang dewasa, sehingga akses jalan terputus dan aktivitas transportasi masyarakat menjadi terganggu,” ujar Iptu Edward Habibi, Sabtu 10 Januari 2026.

Ia menambahkan, luapan air sungai terjadi akibat tingginya intensitas hujan yang menyebabkan debit air Sungai Birek meningkat secara signifikan.

Meski demikian, kata dia, lokasi banjir berada di area perkebunan yang jauh dari permukiman warga, sehingga tidak terdapat korban jiwa maupun rumah warga yang terdampak.

"Kondisi jembatan saat ini masih dalam keadaan kokoh dan dapat digunakan kembali setelah debit air sungai surut," jelasnya.

BACA JUGA:Kota Sungai Ini jadi Simpul Ekonomi Baru Pulau Andalan: Eksistensi Palembang di Tengah Peta Tol Sumatera

Sementara itu, Kepala Desa Gumawang, Arwan Sudianto, menyampaikan bahwa air diperkirakan akan surut dalam waktu 2 hingga 3 jam, apabila tidak terjadi hujan lanjutan maupun kiriman air dari hulu Sungai Birek.

Ia juga memastikan bahwa dampak banjir hanya menggenangi perkebunan sawit dan karet milik perusahaan serta masyarakat sekitar.

Sebagai langkah antisipasi, Polsek Rambang Dangku bersama pemerintah desa telah memasang tanda peringatan di sekitar lokasi banjir serta melakukan koordinasi dengan pemerintah desa setempat.

Masyarakat juga diimbau untuk menggunakan jalur alternatif hingga kondisi kembali normal.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan