Vivarium: Tren Ekosistem Mini Berhewan yang Kian Digandrungi Pecinta Alam Indoor
Vivarium jadi tren baru: ekosistem mini berhewan yang estetis, bioaktif, minim perawatan, dan kian digemari.(ist)--
KORANENIMEKSPRES.COM---Bukan sekadar wadah kaca berisi tanaman, vivarium kini menjelma menjadi ekosistem mini yang hidup dan dinamis.
Menggabungkan unsur tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme, tren vivarium semakin menarik perhatian para pehobi yang ingin menghadirkan alam secara utuh di dalam ruang terbatas.
Vivarium berasal dari bahasa Latin vivarium yang berarti “tempat kehidupan”. Konsep ini merujuk pada area—umumnya tertutup—yang dirancang untuk memelihara dan mengamati hewan maupun tumbuhan dalam kondisi lingkungan yang terkontrol.
Suhu, kelembapan, hingga pencahayaan diatur sedemikian rupa agar menyerupai habitat aslinya, meski dalam skala yang lebih kecil.
BACA JUGA:Solusi Dekorasi Rumah Sempit yang Estetik: 8 Tanaman Cantik yang Wajib Dicoba di Terrarium
Lebih dari Sekadar Kandang
Sebuah kandang baru dapat disebut vivarium apabila mampu memberikan kualitas hidup yang baik bagi penghuninya.
Ruang yang cukup luas, dekorasi alami, serta lingkungan yang mendorong perilaku alami menjadi syarat utama.
Vivarium pun hadir dalam berbagai ukuran, mulai dari yang seukuran meja seperti terarium dan akuarium, hingga struktur besar yang bahkan dapat ditempatkan di luar ruangan.
Untuk vivarium berukuran besar—terutama yang dihuni hewan terbang—biasanya dilengkapi sistem pintu ganda.
Mekanisme ini berfungsi mencegah hewan keluar saat proses keluar-masuk manusia.
BACA JUGA:Terarium: Warisan Zaman Victoria yang Berubah Jadi Tren Dekorasi Hijau Masa Kini
Ragam Bentuk Vivarium
Vivarium juga dikenal sebagai ekosistem buatan ex situ, yakni ekosistem di luar habitat alaminya.
Dari konsep ini lahir beberapa turunan, seperti paludarium (ekosistem rawa), riparium (ekosistem sungai), dan akuarium (ekosistem perairan).
Menurut Zico Ekel, pehobi kodok dan katak di Jakarta, terarium yang ditambahkan unsur hewan sejatinya sudah bisa disebut vivarium. Kehadiran hewan tidak hanya mengisi ruang visual yang statis, tetapi juga memberikan fungsi ekologis.