Dari Energi Batubara ke Hijau Pesisir, Harapan Tumbuh di Akar Mangrove
Anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Bina Jaya Lestari memeriksan bibit mangrove yang sudah ditanam di kawasan Edueko Wisata Cuku Nyinyi Desa Sidodadi, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung.(foto;alazhar/enimekspres).--
BACA JUGA:Dari Seresah Jadi Berkah - Langkah PTBA Wujudkan Ekonomi Sirkular di Desa Binaan
Andi Sofiyan menceritakan saat menggagas Ekowisata Mangrove Cuku Nyinyi tidaklah mudah dan lebih banyak cerita pahitnya. Luka dikaki adalah hal yang biasa karena banyak sampah.
Banyak juga masyarakat yang tidak suka dan menentang, untuk apa menanam dan melestarikan mangrove. Bahkan keluarga sendiri, isteri juga menolak, tidak ada manfaatnya.
LOKAL HERO: Andi Sofyan lokal hero menjadi penggerak konservasi mangrove Cuku Nyinyi, tengah memeriksa bibit mangrove yang siap ditanam.
"Isteri dulu tidak setuju, tapi setelah tahu hasilnya. Sekarang malah isteri yang paling semangat mendukung. Kalau soal mangrove, saya mau ke mana isteri sangat mendukung," ungkap Andi Sofiyan sambil tertawa.
Kemudian pada periode awal mereka sempat menanam tiga ribu mangrove, tapi banyak yang mati akibat terkena lumpur material dari banjir bandang dari atas gunung.
BACA JUGA:PTBA Perkuat Langkah Menuju Energi Bersih Lewat Uji Coba Co-Firing Wood Pellet di PLTU Tanjung Enim
“Jagalah Aku, Aku Menjagamu”, Filosofi dari Pesisir Cuku Nyinyi
Meski gagal, mereka tidak patah semangat, kemudian menanam bibit mangrove kembali.
Sambung Andi, saat itu kalau teman-teman tidak berpikir kearah positif, akan down. Tapi ia selalu memberikan motivasi bahwa pelestarian mangrove yang mereka lakukan banyak manfaatnya.
"Di sini kita punya jargon "Jagalah Aku, Aku akan menjagamu". Alam kita jaga, Insha Allah alam juga akan menjaga kita," ucap dia.
Andi Sofiyan lokal hero yang juga Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Bina Jaya Lestari
Bagi Andi Sofiyan dan kawan-kawannya mangrove adalah sumber kehidupan, tapi juga sahabat yang harus dirawat.
BACA JUGA:PTBA Raih Dua Penghargaan Bergengsi di Ajang IICD Corporate Governance Award 2025