Baca Koran Enim Ekspres Online

Membangun Kabupaten Muara Enim Melalui Penguatan Infrastruktur Ekonomi

Oleh: Muhammad Fathoni, S.Kom (Pranata Komputer Ahli Muda)--

Oleh:  Muhammad Fathoni, S.Kom (Pranata Komputer Ahli Muda)

Pembangunan infrastruktur ekonomi merupakan fondasi utama dalam memperkuat daya saing daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kabupaten Muara Enim, sebagai salah satu wilayah dengan potensi sumber daya alam terbesar di Provinsi Sumatera Selatan, tengah berada pada persimpangan penting antara ketergantungan pada sektor primer dan upaya menuju diversifikasi ekonomi berbasis jasa, industri kecil, serta perdagangan lokal.

Berdasarkan data Statistik Potensi Desa (Podes) Kabupaten Muara Enim 2024 yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), perkembangan infrastruktur ekonomi di kabupaten ini menunjukkan tren positif, meski masih menyisakan sejumlah tantangan yang perlu segera diatasi secara terarah dan berkelanjutan.

BACA JUGA:Muara Enim Miliki Alat Uji KIR Terlengkap

Muara Enim dikenal sebagai kabupaten dengan karakter geografis dan ekonomi yang sangat beragam.

Wilayah bagian barat, seperti Semendo Darat Ulu dan Semendo Darat Tengah, merupakan daerah dataran tinggi yang potensial di bidang pertanian, sementara wilayah timur seperti Lawang Kidul dan Muara Enim, berkembang pesat sebagai pusat industri, perdagangan, serta energi.

Hal ini menjadikan Muara Enim sebagai laboratorium pembangunan ekonomi daerah yang mempertemukan sektor pertanian tradisional dengan modernisasi industri dan jasa.

Kabupaten Muara Enim memiliki 246 desa dan 10 kelurahan yang tersebar di 22 kecamatan.

Sebagian besar penduduk masih bergantung pada sektor pertanian, namun sektor jasa dan perdagangan mulai menunjukkan peran signifikan dalam menyerap tenaga kerja dan menggerakkan ekonomi lokal.

BACA JUGA:Proyek Gedung KSJU 13 Lantai RSUD Rabain Siap Dibangun

Peningkatan infrastruktur ekonomi menjadi kunci utama untuk memperkuat konektivitas antarsektor ini, karena tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, potensi desa akan sulit berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang nyata.

Salah satu indikator penting dari dinamika ekonomi daerah adalah ketersediaan sarana perdagangan dan akomodasi.

Berdasakan Data Podes 2024 menunjukkan bahwa di Muara Enim terdapat 209 pasar, baik permanen, semi permanen, maupun tanpa bangunan, serta 68 kelompok pertokoan yang tersebar di seluruh kecamatan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan