Baca Koran Enim Ekspres Online

Lubuk Linggau, Dari Ibu Kota Perjuangan hingga Jadi Kota Transit Strategis di Sumatera

Lubuk Linggau, Dari Ibu Kota Perjuangan hingga Jadi Kota Transit Strategis di Sumatera.--

KORANENIMEKSPRES.COM,----Di ujung barat Provinsi Sumatera Selatan, berdiri sebuah kota yang pernah menjadi saksi penting perjalanan sejarah pemerintahan dan perjuangan bangsa.

Kota Lubuk Linggau bukan sekadar kota biasa. Wilayah ini pernah memegang peran strategis sebagai pusat pemerintahan, bahkan menjadi titik penting dalam dinamika politik dan militer di Sumatera.

Sejarah administratif Lubuk Linggau dimulai pada 1929, ketika wilayah ini ditetapkan sebagai ibu kota Marga Sindang Kelingi Ilir di bawah Onder District Musi Ulu, yang saat itu berpusat di Muara Beliti.

Hanya empat tahun berselang, tepatnya pada 1933, posisi pusat pemerintahan Onder District Musi Ulu dipindahkan ke Lubuk Linggau, menandai awal peran penting kota ini dalam struktur pemerintahan regional.

BACA JUGA:Tol Palembang–Bengkulu: Tanjung Enim atau Lubuk Linggau?

Pernah Jadi Pusat Pemerintahan dan Komando Militer

Peran strategis Lubuk Linggau semakin menguat pada masa pendudukan Jepang antara 1942 hingga 1945, ketika kota ini ditetapkan sebagai ibu kota kewedanan Musi Ulu.

Status tersebut tetap berlanjut setelah Indonesia merdeka, mempertegas posisi Lubuk Linggau sebagai pusat administratif penting.

Salah satu momen paling krusial terjadi pada 1947, saat Agresi Militer Belanda mengguncang wilayah Sumatera. Lubuk Linggau ditunjuk sebagai ibu kota pemerintahan Provinsi Sumatera Bagian Selatan.

Penetapan ini menjadikan kota tersebut sebagai pusat koordinasi pemerintahan dan perjuangan di kawasan tersebut.

BACA JUGA:Daerah Mana Perjalanan Terjauh dari Palembang di Sumsel? Bukan Lubuk Linggau atau Empat Lawang!

Setahun kemudian, pada 1948, Lubuk Linggau kembali dipercaya sebagai ibu kota Kabupaten Musi Ulu Rawas sekaligus tetap berfungsi sebagai pusat keresidenan Palembang.

Peran tersebut memperlihatkan betapa pentingnya kota ini dalam menjaga stabilitas pemerintahan di tengah situasi yang penuh tantangan.

Transformasi Status, Dari Kota Administratif hingga Daerah Otonom

Perjalanan panjang Lubuk Linggau menuju status kota otonom tidak terjadi secara instan.

Pada 1956, wilayah ini menjadi ibu kota Daerah Swatantra Tingkat II Musi Rawas. Kemudian, melalui kebijakan pemerintah pada 1981, Lubuk Linggau resmi berstatus sebagai kota administratif.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan