Kabupaten Banyuasin: Penopang Ekonomi Andalan Ibu Kota Provinsi Sumsel Selain Ogan Ilir
Selain Ogan Ilir ekonomi ibu kota Provinsi Sumsel ditopang Kabupaten Banyuasin. Foto: kolase/net--
KORANENIMEKSPRES.COM,---- Selain Ogan Ilir ekonomi ibu kota Provinsi Sumsel ditopang Kabupaten Banyuasin.
Sejak terbentuk tahun 2002 atau selama 24 tahun berdiri, Kabupaten Banyuasin memberi andil besar dalam perputaran ekonomi Palembang sebagai sentral ekonomi di Sumsel.
Dilintasi jalan tol trans sumatera (JTTS) dan banyaknya proyek besar bernilai ratusan miliar hingga triliunan rupiah bukti bahwa Kabupaten Banyuasin potensial bagi Sumsel.
Apalagi pelabuhan internasional Rp2 triliun dipastilan dibangun di Banyuasin andalan baru bagi ekspor dan impor nasional.
BACA JUGA:Jejak Banyuasin: Dari Pemekaran hingga Jadi Penopang Ekonomi Sumsel
Di pesisir timur Provinsi Sumatera Selatan, terbentang sebuah kabupaten yang namanya tak lepas dari karakter alamnya: Kabupaten Banyuasin.
Wilayah seluas lebih dari 11 ribu kilometer persegi ini bukan sekadar daerah administratif, melainkan simpul penting pertumbuhan ekonomi dan industri di kawasan tersebut.
Nama Banyuasin berakar dari bahasa Melayu Palembang yang menyerap istilah Jawa. “Banyu” berarti air, sedangkan “asin” merujuk pada rasa air yang payau hingga asin, terutama di bagian hilir sungai menuju laut.
Sebutan ini merujuk pada Sungai Banyuasin yang membelah wilayah tersebut, sekaligus menjadi nadi kehidupan masyarakat pesisir sejak berabad lalu.
BACA JUGA:Mengapa Banyuasin Mendominasi Perkebunan Kelapa di Sumatera Selatan, Apa Rahasianya?
Lahir dari Aspirasi dan Dinamika Pembangunan
Kabupaten Banyuasin resmi berdiri sebagai daerah otonom melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2002, hasil pemekaran dari Kabupaten Musi Banyuasin.
Pemekaran ini didorong oleh laju pembangunan dan kebutuhan pelayanan publik yang semakin kompleks. Masyarakat menginginkan tata kelola pemerintahan yang lebih dekat dan responsif terhadap kebutuhan lokal.
Setelah melalui proses politik di DPRD setempat, Ir. H. Amiruddin Inoed terpilih sebagai bupati definitif pertama periode 2003–2008.
Pelantikannya pada Agustus 2003 menjadi tonggak awal perjalanan Banyuasin sebagai daerah yang berdiri di atas kakinya sendiri.