Ekspor Kopi dan Pelabuhan Tanjung Carat jadi Fokus Sumsel-Australia ke Depan
Fokus Sumsel-Australia ke depan soal ekspor kopi dan Pelabuhan Tanjung Carat. Foto: sumselprov--
KORANENIMEKSPRES.COM - Fokus Sumsel-Australia ke depan soal ekspor kopi dan Pelabuhan Tanjung Carat.
Itu terungkap saat Duta Besar Australia untuk Indonesia, Mr. Roderick Brazier bertemu Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, 8 April 2026.
Sebab, soal ekspor kopi Sumsel ke Australia bukan program baru.
Pada Februari 2024 lalu, Sumsel sukses ekspor perdana kopi sebanyak 33 kontainer ke Australia dan Malaysia.
BACA JUGA:Dubes Australia Temui Gubernur Sumsel, Bahas Proyek Sanitasi dan Kopi yang Berpotensi Mendunia
Diketahui bahwa kopi merupakan komoditi unggulan di Sumsel selain sawit dan karet.
Dari 17 kabupaten dan kota di Sumsel beberapa daerah tercatat produksi kopi terbesar.
Seperti Kabupaten OKU Selatan, Muata Enim, Pagaralam, Lahat dan Kabupaten Empat Lawang.
Dalam pertemuan itu diungkap pula ke depan Australia akan terus menerima kopi dari Sumsel.
BACA JUGA:Kopi Semende Mendunia! Dulu Favorit Ratu Belanda, Kini Diburu Pecinta Kopi
Apalagi saat ini di Sumsel tengah bersiap membangun proyek Pelabuhan Tanjung Carat untuk pelayaran internasional, ekspor dan impor.
Gubernur Herman Deru mengatakan bahwa hubungan bilateral antara Sumsel dan Australia selama ini telah menunjukkan progres yang sangat produktif.
Pertemuan juga membicarakan soal sektor infrastruktur sanitasi, pendidikan, hingga optimalisasi komoditas unggulan daerah.
"Kunjungan Dubes Australia kali ini merupakan evaluasi sekaligus penguatan kerja sama yang telah terbangun lama, mulai dari komoditas ekspor kopi Sumsel hingga proyek IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah). Kami bersyukur proyek IPAL ini berjalan dengan sangat baik. Pemprov terus berkomitmen melakukan sosialisasi masif agar animo masyarakat untuk mengadopsi pola hidup sehat dan memanfaatkan fasilitas sanitasi modern ini semakin meningkat," ungkap HD.