Idul Fitri, Momen Kemenangan atau Rutinitas Tahunan?

Senin 31 Mar 2025 - 05:22 WIB
Reporter : Al Azhar
Editor : Al Azhar

Kesalahan Umum dalam Memahami Idul Fitri 

Banyak orang yang salah kaprah dalam merayakan Idul Fitri. Beberapa fenomena berikut sering terjadi:  

BACA JUGA:Sunnah Idul Fitri: Biar Nggak Cuma Pakaian yang Baru, Amalan Ini Bikin Lebaran Makin Berkah!

1. Kemenangan Tanpa Perjuangan  

Sebagian orang merasa pantas merayakan kemenangan, padahal selama Ramadan tidak benar-benar berusaha memperbaiki diri.

Mereka hanya ikut-ikutan sahur dan berbuka, tetapi tetap malas beribadah. Bagaimana bisa merasa menang jika tidak pernah berjuang? 

2. Pesta Lebih Meriah dari Ibadah  

Setelah sebulan menahan diri, Syawal malah menjadi ajang balas dendam.

BACA JUGA:Lebaran nggak lengkap tanpa ucapan! Dari yang serius sampai kocak, ini inspirasi ucapan Idul Fitri

Makanan berlimpah, pesta di sana-sini, bahkan shalat Idul Fitri pun hanya formalitas.

Yang lebih miris, ada yang sibuk berfoto-foto Lebaran tapi lupa membaca Al-Qur'an yang sebelumnya rajin dibaca selama Ramadan.

3. Silaturahmi Hanya Sekadar Formalitas  

Setiap Lebaran, ucapan "mohon maaf lahir batin" bertebaran di media sosial, dikirim secara massal tanpa perasaan.

Padahal, hakikat silaturahmi adalah membersihkan hati dari dendam dan kebencian. Maaf yang tulus bukan sekadar kata-kata, tetapi harus disertai perubahan sikap.  

BACA JUGA:Sidang Isbat Kemenag: Hilal di Bawah Ufuk, Idul Fitri 1446 H Berpotensi Jatuh pada 31 Maret 2025

4. Kembali ke Kebiasaan Lama  

Kategori :