Idul Fitri, Momen Kemenangan atau Rutinitas Tahunan?

Senin 31 Mar 2025 - 05:22 WIB
Reporter : Al Azhar
Editor : Al Azhar

Seharusnya Ramadan menjadi latihan pengendalian diri selama 30 hari, tetapi begitu Syawal tiba, banyak yang kembali ke kebiasaan lama: malas shalat, berbicara kasar, bahkan tidak lagi peduli dengan ibadah.

Bukankah seharusnya Idul Fitri menjadi titik awal perubahan, bukan kemunduran?  

Kembali ke Fitrah yang Sejati 

Agar Idul Fitri tidak hanya menjadi seremoni tahunan, ada beberapa hal yang harus kita jaga:  

1. Menjaga Spiritualitas  

Idul Fitri bukanlah akhir dari ibadah, melainkan awal dari perjalanan spiritual yang lebih baik.

BACA JUGA:BRI Siapkan Weekend Banking dan Layanan Terbatas, Tetap Melayani Selama Periode Libur Ramadan dan Idul Fitri 2

Jika selama Ramadan kita bisa rutin shalat tahajud, membaca Al-Qur'an, dan bersedekah, mengapa setelah Ramadan tidak bisa?

2. Menjadi Lebih Sabar dan Berlapang Dada 

Salah satu ciri orang bertakwa adalah mampu mengendalikan emosi dan tidak mudah tersinggung. Dalam hadis, Rasulullah SAW bersabda:  

"Orang kuat bukanlah yang menang dalam perkelahian, tetapi orang yang mampu menahan amarahnya." (HR. Bukhari & Muslim)  

Jika kita benar-benar kembali ke fitrah, kita akan lebih sabar dalam menghadapi cobaan dan tidak mudah marah atas hal-hal kecil. 

BACA JUGA:Mitigasi Risiko Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Lapas Muara Enim Razia Kamar Hunian dan Tes Urine 

3. Mempererat Silaturahmi dengan Tulus 

Silaturahmi bukan sekadar basa-basi, tetapi harus dilakukan dengan hati yang bersih.

Jika ada kesalahan, jangan hanya mengandalkan ucapan "maaf lahir batin", tetapi benar-benar introspeksi dan memperbaiki hubungan dengan orang lain.  

Kategori :