Seharusnya Ramadan menjadi latihan pengendalian diri selama 30 hari, tetapi begitu Syawal tiba, banyak yang kembali ke kebiasaan lama: malas shalat, berbicara kasar, bahkan tidak lagi peduli dengan ibadah.
Bukankah seharusnya Idul Fitri menjadi titik awal perubahan, bukan kemunduran?
Kembali ke Fitrah yang Sejati
Agar Idul Fitri tidak hanya menjadi seremoni tahunan, ada beberapa hal yang harus kita jaga:
1. Menjaga Spiritualitas
Idul Fitri bukanlah akhir dari ibadah, melainkan awal dari perjalanan spiritual yang lebih baik.
Jika selama Ramadan kita bisa rutin shalat tahajud, membaca Al-Qur'an, dan bersedekah, mengapa setelah Ramadan tidak bisa?
2. Menjadi Lebih Sabar dan Berlapang Dada
Salah satu ciri orang bertakwa adalah mampu mengendalikan emosi dan tidak mudah tersinggung. Dalam hadis, Rasulullah SAW bersabda:
"Orang kuat bukanlah yang menang dalam perkelahian, tetapi orang yang mampu menahan amarahnya." (HR. Bukhari & Muslim)
Jika kita benar-benar kembali ke fitrah, kita akan lebih sabar dalam menghadapi cobaan dan tidak mudah marah atas hal-hal kecil.
3. Mempererat Silaturahmi dengan Tulus
Silaturahmi bukan sekadar basa-basi, tetapi harus dilakukan dengan hati yang bersih.
Jika ada kesalahan, jangan hanya mengandalkan ucapan "maaf lahir batin", tetapi benar-benar introspeksi dan memperbaiki hubungan dengan orang lain.