KORANENIMEKSPRES.COM - Anak yang dimarahi lalu justru “melawan” itu sebenarnya reaksi yang cukup umum.
Bukan berarti anaknya sengaja nakal, tapi ada proses emosi dan psikologis di baliknya.
Berikut penjelasannya:
1. Otak anak masuk mode “melawan atau lari”
BACA JUGA:Naik Kelas! Produk Binaan PTBA Buktikan Daya Saing Tinggi di Pasar Ibu Kota
BACA JUGA:Gratis! TVRI Siarkan Semua Laga Piala Dunia 2026, Pecinta Bola Tanah Air Bersiap Euforia
Saat dimarahi (terutama dengan nada keras), anak merasa terancam. Otaknya langsung masuk ke mode fight or flight:
Ada yang jadi takut (diam)
Ada yang justru melawan (fight)
Jadi melawan itu sebenarnya respon spontan, bukan selalu pilihan sadar.
BACA JUGA:7 Cara Untuk Menjaga Silaturahmi Tetap Terjalin
BACA JUGA:4 Penjelasan Tentang Aqiqah Menurut Islam
2. Anak belum bisa mengatur emosi
Kemampuan mengontrol emosi pada anak belum matang. Saat:
Kesal
Malu