Sejarah Menarik Sawit Masuk Indonesia, Tahun 1869 Disebut Sumsel dan Muara Enim, Simak Yuk Biar Pintar

Rabu 04 Dec 2024 - 05:28 WIB
Reporter : Sherly
Editor : Selva

Awalnya, Belanda yang mempekerjakan rakyat Indonesia untuk menanam sawit girang. 

Sebab, dalam 4 tahun sejak ditanaman sudah memunculkan buah. 

Kegirangan Belanda ini wajar karena sawit di daerah aslinya yaitu di Afrika Tengah dan Afrika Barat butuh waktu hingga 7 tahun untuk sampai memunculkan buah. 

Tapi sayangnya, penanaman pertama ini dinilai Belanda gagal karena kandungan minyak dari tanaman sawit itu tidak memuaskan. 

BACA JUGA:Egrek: Alat Panen Sawit, Harga, Ciri Barang Asli dan Teknis Penggunaan untuk Pemula

Sawit Masuk Sumsel

Kemudian, tahun 1869, Belanda pindah menaman sawit ke Pulau Sumatera, tepatnya (saat ini) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). 

Tahun 1869 penamanan sawit di wilayah Muara Enim dan Palembang. 

Tahun 1870 penanaman sawit di daerah Musi Ulu

Tahun 1890 penanaman sawit di daerah Belitung

BACA JUGA:Daerah dengan Produksi SDA dan Sawit Nomor Wahid di Sumsel, Kamu Bisa Tebak?

Untuk memluskan ambisninya menanam sawit di Indonesia, tahun 1870  Pemerintah Hindia Belanda membuat Undang-Undang Agraria. 

Inilah dasar hukum awal sehingga pemodal asing atau investor dari luar bisa masuk dengan mendirikan perusahaan perkebunan kelapa sawit. 

Perusahaan asing pertama yang membuka perkebunan sawit dengan skala besar tahun 1911 namanya Sungai Liput Cultuur Maatschappij berasal dari negara Belgia. 

Lokasinya di Pantai Timur Sumatera (Deli),  Sungai Liat, Aceh, dengan total luas lahan yang dibuka 5.123 hektar.

BACA JUGA:Tojok Sawit; Cara Penggunaan Biar Gak Membahayakan Keselamatan

Kategori :