Selain aspek biaya dan gizi, aspek pengawasan juga menjadi perhatian utama.
Toto mengungkapkan bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Badan Gizi Nasional akan terlibat aktif dalam memantau pelaksanaan program ini.
Dengan pengawasan ketat, diharapkan kualitas gizi dan keamanan bahan pangan tetap terjamin hingga makanan dikonsumsi oleh anak-anak.
Aspek penyajian makanan juga menjadi sorotan penting.
BACA JUGA:Polres Muara Enim Berikan Makanan Sehat Bergizi Untuk Siswa SDN 4
Toto menegaskan bahwa makanan harus disajikan dengan cara yang menarik bagi anak-anak, sehingga mereka terdorong untuk mengonsumsinya tanpa ada sisa yang terbuang.
“Tidak masalah jika porsinya kecil, yang penting anak-anak suka dan mau makan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Toto menekankan bahwa program MBG harus dijalankan dengan serius karena dampaknya langsung menyentuh kehidupan anak-anak sebagai generasi emas penerus bangsa.
Ia mengingatkan pemerintah untuk lebih mengutamakan kualitas makanan daripada sekadar mengejar kuantitas.
BACA JUGA:Program Pemberian Makanan Bergizi Polres Muara Enim Dukung Kesehatan Anak
“Jangan sampai program ini hanya menjadi ladang keuntungan. Fokus utama harus pada kualitas gizi yang diterima anak-anak,” tegasnya.
Untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas program, Toto mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), media, hingga masyarakat umum untuk turut mendukung dan mengawasi pelaksanaan MBG.
Sinergi antar pihak diharapkan dapat menciptakan perbaikan yang berkelanjutan dalam pemenuhan gizi anak-anak Indonesia.
“Ini adalah investasi jangka panjang bagi generasi penerus bangsa. Mari kita bersama-sama memastikan program ini berjalan sesuai tujuan, demi masa depan anak-anak Indonesia yang lebih baik,” pungkas Toto.
BACA JUGA:Polres Muara Enim Beri Makanan Bergizi Gratis bagi Siswa SDN 12 Muara Enim
Program MBG merupakan langkah nyata pemerintah dalam mengatasi tantangan kekurangan gizi di kalangan anak-anak.