Banjir Landa Desa Babat: Puluhan Rumah dan Sekolah Terendam

Curah hujan tinggi menyebabkan Sungai Babat meluap dan merendam puluhan rumah warga serta fasilitas pendidikan di Desa Babat.foto: pemdes babat--
MUARAENIM, KORANENIMEKSPRES.COM,- Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Muara Enim, khususnya Desa Babat, Kecamatan Belida Darat, sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari 5 April 2025, menyebabkan Sungai Babat meluap dan merendam puluhan rumah warga serta fasilitas pendidikan.
Banjir mulai menggenangi wilayah pemukiman sekitar pukul 02.00 WIB.
Air meluap dari anak sungai kecil yang tak mampu menampung debit air akibat intensitas hujan yang tinggi sejak malam hari.
Akibatnya, sebanyak 80 rumah warga tergenang air dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 5 cm hingga mencapai 80 cm.
BACA JUGA:BPBD Muara Enim Imbau Siap Siaga Hadapi Banjir
Bahkan, SDN 1 Belida Darat juga ikut terdampak dengan halaman sekolah yang terendam air setinggi lutut orang dewasa.
Camat Belida Darat, Zulchaidir Sidik S.STP M.Si, langsung turun ke lokasi untuk meninjau kondisi warga terdampak banjir.
Didampingi Kepala Desa Babat, Megianto, serta tim gabungan yang terdiri dari personel Kecamatan Belida Darat, Polsek Lembak, Koramil 404-01/Gelumbang, Nakes Puskesmas, Satpol PP, Damkar, Tagana, hingga PKH Kecamatan Belida Darat, rombongan ini menyisir sejumlah titik yang terdampak banjir paling parah.
“Banjir ini terjadi akibat curah hujan yang sangat tinggi pada malam hari hingga subuh, menyebabkan aliran anak sungai yang melintasi Desa Babat meluap. Sekitar 80 rumah terdampak, dengan air yang mencapai batas mata kaki, lutut hingga pinggang,” ujar Zulchaidir saat diwawancarai di lokasi.
BACA JUGA:Waspada Banjir, Babinsa Pantau Debit Air Sungai Lematang
Meski cukup mengejutkan warga, beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Kerugian materi pun tidak signifikan, karena sebagian besar warga sudah waspada dan mengantisipasi barang-barang penting agar tidak terendam.
Zulchaidir juga mengimbau warga agar tetap siaga dan tidak panik.
Ia menyampaikan bahwa tim gabungan telah mendirikan posko siaga banjir dan terus melakukan pemantauan di lapangan.