Pelabuhan Baru Palembang Rp2 Triliun: Gerbang Ekspor Hijau Sumsel Menuju Dunia

Pelabuhan Tanjung Carat Palembang disiapkan jadi hub logistik hijau, poros ekspor global Sumsel.--
KORANENIMEKSPRES.COM— Sebuah proyek bernilai Rp2 triliun tengah disiapkan untuk menjadikan Sumatera Selatan sebagai pemain utama dalam jaringan logistik global.
Pelabuhan Baru Palembang bukan sekadar tempat bongkar muat, melainkan wajah baru ekonomi Sumsel yang hijau, modern, dan mendunia.
Pintu ke Selat Malaka, Pintu ke Dunia
Dengan lokasi strategis sekitar 75 km dari Palembang dan akses langsung ke Selat Malaka, pelabuhan ini dirancang untuk kapal-kapal internasional.
Tak heran, pemerintah pusat menekankan pentingnya percepatan pembangunan, bahkan menargetkan rampung awal 2030.
BACA JUGA:Langkah Ambisus Ini Ubah Wajah Sumsel, Salahsatunya Melalui Pelabuhan Internasional
Proyek ini diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen dalam empat tahun ke depan.
Lebih dari Sekadar Logistik
Pelabuhan ini hadir sebagai solusi dari keterbatasan fasilitas lama yang tak lagi mampu melayani lonjakan kebutuhan industri ekspor.
Didesain dengan dermaga serbaguna, sistem digital pelacakan kontainer, serta teknologi ramah lingkungan, pelabuhan ini siap memenuhi standar pelabuhan kelas dunia.
Bukan hanya sektor besar seperti batu bara, karet, dan CPO yang diuntungkan, tetapi juga petani lokal dan UMKM yang kini bisa mengirim produk mereka ke pasar internasional dengan biaya lebih efisien.
BACA JUGA:Pelabuhan Baru Palembang Jadi Magnet Ekspor Sumsel & Poros Logistik Masa Depan Indonesia
Infrastruktur Terintegrasi
Konektivitas menjadi kunci. Pelabuhan Tanjung Carat dihubungkan langsung dengan Tol Kayu Agung–Palembang–Betung dan jalur kereta logistik.
Integrasi ini membuat alur distribusi barang semakin cepat, murah, dan kompetitif, sehingga memperkuat posisi Sumsel sebagai simpul perdagangan maritim di Indonesia bagian barat.
Eco-Port Pertama di Luar Jawa
Lebih dari sekadar megah, pelabuhan ini juga membawa misi hijau. Dengan fasilitas pengolahan limbah dan pemanfaatan energi terbarukan, pelabuhan ini digadang-gadang menjadi eco-port pertama di luar Jawa.
Hal ini sejalan dengan ambisi Sumsel menjadi provinsi hijau, di mana pembangunan infrastruktur tetap berpadu dengan keberlanjutan lingkungan.