Tol Palembang–Jambi Hampir Rampung, Jambi Siap Kejar Pertumbuhan Ekonomi Sumsel

Tol Palembang–Jambi 136 Km segera rampung, dorong Jambi kejar pertumbuhan ekonomi Sumsel.--
KORANENIMEKSPRES.COM –Kesempatan besar terbuka lebar bagi Provinsi Jambi untuk menyalip laju pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan.
Kuncinya ada pada Tol Palembang–Jambi yang tinggal menyisakan pembangunan sepanjang 136 kilometer lagi sebelum bisa beroperasi penuh.
Dengan potensi alam yang melimpah, Jambi diyakini mampu memanfaatkan infrastruktur ini untuk memacu ekonomi daerah. Minyak bumi, batu bara, serta komoditas unggulan seperti sawit dan karet menjadi motor utama penggerak ekonomi.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pada Juni 2022 nilai ekspor Jambi melonjak 20% menjadi 308,45 juta USD, dengan kontribusi terbesar dari migas dan batu bara yang mencapai 66% atau sekitar 203 juta USD.
BACA JUGA:Tol Palembang–Jambi Segera Tersambung, Benarkah Perjalanan Hanya 2 Jam?
Tol yang Ditunggu Puluhan Tahun
Setelah puluhan tahun hanya menjadi wacana, tol yang menghubungkan Palembang dan Jambi kini benar-benar di depan mata.
PT Hutama Karya menargetkan sisa 136 Km dapat rampung dalam 11 bulan ke depan, dengan syarat dukungan masyarakat terutama terkait pembebasan lahan.
Jika sesuai rencana, ruas ini akan beroperasi penuh saat Lebaran 2026, memangkas waktu tempuh Palembang–Jambi dari 6–7 jam menjadi hanya 2–2,5 jam saja
Dampak Ekonomi Nyata
Keberadaan tol diyakini langsung memacu pertumbuhan ekonomi kedua provinsi. Bagi Jambi, proyeksi pertumbuhan ekonomi bisa naik dari 4,8% (2024) menjadi di atas 5% setelah tol beroperasi.
Sementara Sumsel diperkirakan tumbuh dari 5,3% menuju 6% sebelum 2030.
BACA JUGA:1 dari 17 Daerah di Sumsel Ada Kota Paling Beruntung dan Strategis karena Sentral 3 Ruas Tol Utama
Tak hanya sektor energi, mobilitas barang perkebunan dan hasil pertanian juga akan semakin lancar. Distribusi logistik yang lebih efisien diperkirakan meningkatkan daya saing ekspor produk lokal ke pasar global.
Teknologi Percepat Proyek
Salah satu ruas penting, Tol Bayung Lencir–Tempino sepanjang 34 Km, sudah lebih dulu beroperasi.
Bahkan Seksi 3 sepanjang 15,4 Km berhasil rampung lebih cepat dari target berkat pemanfaatan teknologi Building Information Modeling (BIM).