Tradisi Kraton Yogyakarta: Garebeg Sawal 2025 dengan Tujuh Gunungan

Rabu 02 Apr 2025 - 08:25 WIB
Reporter : Sigit
Editor : Sherly

BACA JUGA:Kampung Pecinan Ketandan: Keunikan Wisata Budaya di Belakang Malioboro Yogyakarta

Bedhol Songsong merupakan tradisi mencabut payung (songsong) sebagai tanda berakhirnya rangkaian Hajad Dalem Garebeg dan Ngabekten. 

Dalam sejarahnya, payung-payung ini sebelumnya digunakan oleh pejabat administratif Sultan yang datang ke Keraton untuk pisowanan (menghadap Sultan) selama rangkaian upacara berlangsung.

Meski tradisi menancapkan payung oleh pejabat luar keraton tidak lagi dilakukan, namun sebagai bentuk pelestarian budaya, pementasan wayang kulit tetap diselenggarakan setiap tahun. 

Pada Garebeg Sawal 2025, pertunjukan wayang kulit akan menghadirkan lakon "Sumantri Ngenger" yang dibawakan oleh dalang ML. Cermo Kartiko mulai pukul 19.30 WIB.

BACA JUGA:Taman Pintar Yogyakarta Tempat Rekreasi dan Edukasi Terpopuler

Dengan berlangsungnya Garebeg Sawal, Kraton Yogyakarta terus menjaga kelestarian budaya serta nilai-nilai filosofi yang diwariskan dari generasi ke generasi. 

Prosesi ini bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga simbol rasa syukur serta harmoni antara raja dan rakyatnya.

Kategori :