Saat Impian Kuliah Hampir Pupus, Bidiksiba Bangkitkan Asa Meraih Masa Depan

Sabtu 30 Aug 2025 - 10:01 WIB
Reporter : Al Azhar
Editor : Al Azhar

KORANENIMEKSPRES.COM,---Pada 9 tahun yang lalu, seorang remaja berusia 18 tahun, sedang menatap masa depan dengan cemas.

Ia adalah salahsatu siswa yang cerdas dan berprestasi di sekolahnya. Tapi saat itu ia terancam tidak bisa meneruskan kuliah di Perguruan Tinggi, penyebabnya keterbatasan ekonomi keluarga.

Itulah yang dialami Hengky Rosadi, alumnus SMAN 1 Lawang Kidul, menjelang kelulusannya pada 2016.

Ayahnya sudah tiada, ibunya harus menanggung beban keluarga, meskipun empat saudaranya yang lain sudah bekerja.

BACA JUGA:Dukung Swasembada Pangan Nasional, PTBA dan UGM Hadirkan Produk Kalium Humat dari Hilirisasi Batu bara

Duduk dibangku kuliah hanya terasa seperti mimpi yang terlalu jauh untuk dijangkau. Saat itu, pilihan yang paling mungkin baginya adalah merantau menjadi buruh migran di Malaysia.

"Setamat SMA, saya sudah berencana menjadi TKI ke Malaysia. Untuk kuliah saat itu, hanya seperti mimpi," kata Hengky Rosadi saat dibincangi koranenimekspres.com.

Kesempatan yang Mengubah Segalanya

Namun, sebuah kesempatan datang tanpa disangka. PT Bukit Asam (anggota Group MIND ID) mengadakan sosialisasi program beasiswa gratis Bidiksiba di sekolahnya, yang ditujukan bagi anak-anak berprestasi dari keluarga prasejahtera di sekitar wilayah tambang.

Hengky mencoba peruntungannya, mengikuti seleksi, dan akhirnya berhasil menjadi salah satu dari 25 siswa terpilih.

BACA JUGA:PTBA Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Transformasi Digital

Sejak itu, arah hidupnya berubah drastis. Ia diterima kuliah di Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) jurusan Teknik Elektronika—tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun.

Selama tiga tahun kuliah, seluruh kebutuhan Hengky ditanggung penuh.

Mulai dari kontrakan, uang buku, laptop, uang bulanan, hingga biaya tugas akhir yang nilainya mencapai Rp20 juta semuanya diberikan gratis oleh PTBA.

"Beasiswa Bidiksiba memang full gratis dari awal sampai tamat. Orang tua nyaris tidak mengeluarkan uang. Saya bersyukur sekali," ujar suami Dirza Yulisah SKom dan ayah dari Amera Naura Sabilah.

Kategori :