Ayahnya, seorang tukang kebun keliling diperumahan PTBA, dan ibunya, pekerja serabutan, menyambut kabar itu dengan senyum lega.
Doa panjang mereka, yang kerap dipanjatkan di tengah kerja keras tanpa henti, akhirnya menemukan jawaban.
Aji lahir sebagai anak keempat dari lima bersaudara. Masa kecilnya akrab dengan keterbatasan. Namun, di balik kesederhanaan itu, tersimpan cita-cita yang tak kalah tinggi.
"Motivasi terbesar saya adalah ingin mengangkat derajat orang tua. Saya ingin membuktikan kerja keras mereka tidak-," kata Aji.
BACA JUGA:PTBA Ubah Lahan Bekas Tambang Ilegal Jadi Kawasan Pertanian Produktif
Itulah alasan ia nekat mendaftar Bidiksiba, sebuah program beasiswa yang digulirkan PT Bukit Asam (PTBA) untuk anak-anak dari keluarga pra-sejahtera di sekitar wilayah operasinya.
Jalan Terbuka Lewat Bidiksiba
Keberhasilan lolos Bidiksiba tahun 2013 menjadi titik balik hidup Aji.
Program ini menanggung penuh biaya kuliah, tempat tinggal, hingga kebutuhan harian.
Bahkan, sebuah notebook diberikan untuk menunjang pembelajaran.
Lebih dari sekadar bantuan finansial, Bidiksiba menanamkan nilai-nilai disiplin, kepedulian sosial, dan kepemimpinan lewat keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan CSR PTBA.
BACA JUGA:PTBA Raih Gold di TJSL & CSR Award 2025 Bukti Nyata Komitmen untuk Negeri
"Saya tidak hanya belajar di bangku kuliah, tetapi juga ditempa untuk terjun langsung ke masyarakat. Dari situ saya belajar arti empati dan kepedulian," ujarnya.
Salah satu pengalaman yang membekas adalah ketika ia ikut dalam tim survei ke Desa Pelakat, Semende Darat Ulu.
Selama tiga hari di sana, ia menyaksikan warga baru bisa menikmati listrik dari kincir air yang dibangun PTBA.
"Itu membuat saya lebih banyak bersyukur," kenangnya.