Idul Fitri, Momen Kemenangan atau Rutinitas Tahunan?

Ramadan telah berlalu, Syawal pun tiba. Seiring gema takbir yang menggema, umat Muslim merayakan Idul Fitri dengan penuh suka cita. Namun, sebuah pertanyaan besar muncul: Apakah kita benar-benar kembali suci, atau hanya sekadar merayakan tradisi tahunan t--
3. Mempererat Silaturahmi dengan Tulus
Silaturahmi bukan sekadar basa-basi, tetapi harus dilakukan dengan hati yang bersih.
Jika ada kesalahan, jangan hanya mengandalkan ucapan "maaf lahir batin", tetapi benar-benar introspeksi dan memperbaiki hubungan dengan orang lain.
4. Menjaga Amal Kebaikan
Setelah Ramadan, jangan biarkan kebiasaan baik hilang begitu saja. Lanjutkan ibadah dengan:
Shalat sunnah dan tahajud.
Membaca Al-Qur'an setiap hari.
BACA JUGA:Bentar Lagi Libur Lebaran Idul Fitri, Ini Rekomendasi Villa Estetik di Pagaralam
Bersedekah secara rutin.
Berpuasa sunnah, seperti puasa Syawal.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa berpuasa Ramadan, lalu melanjutkannya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Muslim)
Jadi, setelah Idul Fitri, jangan langsung berhenti beribadah. Justru ini adalah saatnya meningkatkan kualitas diri!
Idul Fitri bukan hanya tentang baju baru, makanan enak, atau tradisi keluarga. Lebih dari itu, Idul Fitri adalah kesempatan untuk introspeksi dan memperbaiki diri.
BACA JUGA:Rekomendasi 5 Wisata Alam Sumatera Selatan yang Wajib Dikunjungi di Libur Lebaran Idul Fitri