Kadin: Saatnya Indonesia Perkuat Diplomasi Ekonomi dan Tumbuhkan Kepercayaan Pasar

Ketua Umum Kadin Indonesia menyatakan bahwa saatnya untuk memperkuat diplomasi ekonomi dan mempercepat reformasi struktural di dalam negeri. Foto: kadin--

NASIONAL,KORANENIMEKSPRES.COM,- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menanggapi serius pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 2 April 2025 yang mengindikasikan penerapan tarif impor baru terhadap sejumlah produk dari Indonesia.

Ketua Umum Kadin Indonesia menyatakan bahwa saatnya untuk memperkuat diplomasi ekonomi dan mempercepat reformasi struktural di dalam negeri.

“AS adalah mitra strategis yang selama ini memberikan surplus signifikan bagi Indonesia. Hubungan kita bersifat saling membutuhkan. Saya melihat pernyataan Presiden Trump sebagai opening statement, yang menunjukkan pintu negosiasi masih terbuka,” ujar Ketua Umum Kadin.

Diplomasi Terbuka dan Strategis

Kadin mendukung langkah Pemerintah Indonesia untuk segera merespons kebijakan Trump melalui pendekatan diplomatik di berbagai tingkatan, termasuk pengiriman delegasi tingkat tinggi ke Washington DC.

BACA JUGA:Kadin Solid dan Kompak Siap Jadi Mitra Strategis Pemerintah

Komunikasi intens diperlukan mengingat posisi Indonesia yang strategis di kawasan Pasifik, sebagai anggota APEC, serta sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia.

Tak hanya secara bilateral, Kadin juga mendorong penguatan kerja sama regional, terutama melalui ASEAN. Sepuluh negara ASEAN disebut turut terdampak kebijakan tarif Trump. 

“Kita apresiasi langkah pemerintah berkoordinasi dengan Malaysia selaku Ketua ASEAN. Dunia usaha ASEAN dan APEC juga harus bersatu memperjuangkan kepentingan bersama,” tegasnya.

Ancaman Terhadap Surplus Dagang

Trump mengancam akan menerapkan tarif hingga 32% terhadap produk Indonesia. Padahal, pada 2024 Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar USD 16,8 miliar dengan AS—yang merupakan mitra dagang bilateral terbesar. 

BACA JUGA:KADIN Indonesia dan Tajikistan: Membangun Jembatan Ekonomi Global

“Sebagian besar ekspor kita ke AS adalah produk manufaktur seperti alas kaki, elektronik, dan pakaian. Jika tarif baru diterapkan, dampaknya signifikan terhadap neraca perdagangan dan ketenagakerjaan,” jelas Ketua Kadin.

Kadin juga mencermati laporan 2025 National Trade Estimate (NTE) dari Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) yang menyebutkan sejumlah kebijakan Indonesia sebagai penghambat perdagangan. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan