Waspada Minum Air Lontar yang Lebih Dari 3 Hari

Khasiat air lontar dan dampak meminum air lontar lebih dari 3 hari. Foto:ist--

4. Perubahan Kualitas Hidangan

Jika air lontar digunakan sebagai bahan untuk masakan atau minuman (seperti untuk membuat sirup atau campuran minuman lainnya), perubahan rasa dan aroma akibat fermentasi bisa mengurangi kualitas hidangan yang dihasilkan. 

BACA JUGA:Sumsel Sekarang dan ke Depan Hasil Transformasi Melompat ke Dunia Global

BACA JUGA:Sumsel Baru Lebih Modern dengan Proyek Lebih dari Rp70 Triliun

Pada tahap ini, air lontar lebih cocok untuk digunakan dalam pembuatan produk fermentasi seperti tapai lontar (sejenis minuman beralkohol yang difermentasi).

Kesimpulan

Jika air lontar disimpan lebih dari 3 hari, kemungkinan besar air tersebut sudah terfermentasi dan berubah rasa menjadi lebih asam atau alkoholik. 

Meski tidak selalu berbahaya, ini bisa mengurangi kualitasnya dan membuatnya kurang enak untuk diminum. 

BACA JUGA:Panoramanya Bak di Bali Suhu Udaranya Bagai di Eropa: Wisata di Sumsel yang Bikin Rela Berlama-lama

BACA JUGA:Cabut Moratorium Pemekaran Daerah! Unjuk Rasa Presidium RL2 Demo ke Kemendagri

Untuk menghindari perubahan rasa atau potensi risiko kesehatan, sebaiknya air lontar dikonsumsi dalam waktu 1 hingga 2 hari setelah dipanen dan disimpan di kulkas jika diperlukan. (*)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan