Saat Impian Kuliah Hampir Pupus, Bidiksiba Bangkitkan Asa Meraih Masa Depan

Hengky Rosadi , S.Tr.T., M.Tr.M kini sukses berkarir di Pertamina, Tutia Rahmi ASN Inspektorat Muara Enim, Aji Malik SH jadi salah seorang hakim di Mahkamah Agung (MA) RI, Ketiga pernah merasakan kuliah gratis dari beasiswa Bidiksiba yang mengantarkan me--
"Waktu itu, saya diajak ikut sosialisasi di kantor PTBA di Tanjung Enim untuk mendengarkan program Bidiksiba. Saya langsung daftar, setelah disurvei rumah dan kelayakan berkas. Alhamdulillah saya menjadi salahsatu penerima program Bidiksiba Angkatan pertama," ungkap Tutia Rahmi yang diterima kuliah dijurusan Akuntansi Universitas Sriwijaya pada 2013.
"Saya waktu itu masih belum percaya kalau bisa kuliah gratis. Bahkan ongkos tes pun ditanggung," kenangnya.
BACA JUGA:PTBA Dukung UMKM Naik Kelas Melalui Pelatihan Kemasan Produk Inovatif
Tutia menempuh kuliah dengan penuh kesungguhan hingga akhirnya lulus dalam waktu 3 tahun 10 bulan.
Tak berhenti di situ, ia mengikuti seleksi CPNS pada 2018 di Pemkab Muara Enim dan berhasil lolos sebagai Auditor Ahli Pertama, meski hanya ada tiga kursi yang diperebutkan ribuan orang.
Kini, Tutia bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Inspektorat Pemkab Muara Enim, sekaligus menjadi kebanggaan keluarganya.
Rumah kayu hampir roboh tempat ia dibesarkan kini sudah berganti menjadi rumah permanen, dan ibunya tak lagi harus membanting tulang menjadi buruh cuci.
Bahkan Tutia Rahmi bisa membantu biaya adik-adiknya dalam menempuh pendidikan yang layak.
BACA JUGA:PTBA Cetak Tenaga Mekanik Andal, Siap Dukung Target Produksi
"Tanpa Bidiksiba, mungkin saya tidak akan pernah menginjak bangku kuliah. Program inilah yang membuka pintu bagi saya hingga bisa berdiri sebagai ASN hari ini," urai Tutia Rahmi.
Dari Anak Tukang Kebun ke Kursi Hakim Agung
Cerita inspiratif lain juga datang dari Aji Malik SH yang juga penerima program Bidiksiba yang bisa mengubah kesuksesan dalam hidupnya.
Di sebuah rumah sederhana di Tanjung Enim, sore itu suasana mendadak berubah haru.
Aji Malik baru saja pulang dari warung internet, membawa kabar yang tak hanya mengubah hidupnya, tetapi juga kehidupan keluarganya.