Saat Impian Kuliah Hampir Pupus, Bidiksiba Bangkitkan Asa Meraih Masa Depan

Hengky Rosadi , S.Tr.T., M.Tr.M kini sukses berkarir di Pertamina, Tutia Rahmi ASN Inspektorat Muara Enim, Aji Malik SH jadi salah seorang hakim di Mahkamah Agung (MA) RI, Ketiga pernah merasakan kuliah gratis dari beasiswa Bidiksiba yang mengantarkan me--
"Saya tidak hanya belajar di bangku kuliah, tetapi juga ditempa untuk terjun langsung ke masyarakat. Dari situ saya belajar arti empati dan kepedulian," ujarnya.
Salah satu pengalaman yang membekas adalah ketika ia ikut dalam tim survei ke Desa Pelakat, Semende Darat Ulu.
Selama tiga hari di sana, ia menyaksikan warga baru bisa menikmati listrik dari kincir air yang dibangun PTBA.
"Itu membuat saya lebih banyak bersyukur," kenangnya.
Dari Kampus ke Dunia Kerja
BACA JUGA:Palembang Jadi Simpul Logistik Baru, Pelabuhan Internasional & Tol Raksasa Dongkrak Ekonomi Sumsel
Berkat beasiswa Bidiksiba, Aji menyelesaikan studi di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya. Karier profesionalnya dimulai sebagai staf HRD di sebuah perusahaan tambang swasta.
Meski gaji menjanjikan, hatinya justru terpanggil ke arah lain: hukum dan pengabdian.
"Tahun 2021 saya ikut seleksi ASN. Setelah hampir empat tahun meninggalkan materi hukum, saya harus belajar lagi dari nol. Berat, tapi justru di situ saya belajar kesungguhan," katanya.
Hasilnya tidak main-main: Aji dinyatakan lolos sebagai hakim di Mahkamah Agung (MA) RI.
Perasaan yang menyergapnya campur aduk—bahagia, terharu, sekaligus penuh syukur.
"Tidak pernah saya bayangkan anak seorang tukang kebun bisa sampai di sini," ucap Aji yang kini tercatat sebagai mahasiswa Magister Ilmu Hukum di Universitas Brawijaya
BACA JUGA:Bukit Asam (PTBA) Ajak Siswa SD Peduli Lingkungan Lewat Green School
Nilai yang Dibawa Hingga ke Kursi Hakim
Bagi Aji, Bidiksiba bukan sekadar beasiswa, melainkan "pintu" yang mengubah hidupnya.
Bekal skill (keahlian), kepemimpinan, dan integritas yang ditempa sejak kuliah kini ia bawa dalam setiap putusan di ruang sidang.